ENDE – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong seluruh UPTD Pendapatan Daerah dan Samsat se-Daratan Flores untuk mengoptimalkan penerimaan pajak, terutama dalam kondisi pemulihan pascagempa bumi.

Arahan tersebut disampaikan saat pertemuan bersama para Kepala UPTD Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi NTT/Kantor Samsat se-Daratan Flores di UPTD Pendapatan Daerah Provinsi NTT Wilayah Kabupaten Ende, Selasa (22/9/2026).

Gubernur menegaskan bahwa kondisi pascabencana tidak boleh menghentikan pelayanan kepada masyarakat maupun upaya pencapaian target pendapatan daerah. Ia mendorong seluruh UPTD menetapkan target kerja minimal 75 persen dengan strategi yang terukur, disiplin, dan adaptif.

“Daerah ini berkepentingan dan membutuhkan anggaran untuk recovery serta pembangunan,” tegas Gubernur.

Di tengah keterbatasan akibat gempa, pelayanan pajak tetap diupayakan berjalan. Di Nagekeo, misalnya, pelayanan Samsat tetap berlangsung melalui area darurat dan Samsat Keliling yang telah menjangkau enam dari tujuh kecamatan.

Untuk meningkatkan efektivitas kerja, Gubernur menginstruksikan setiap UPTD melaksanakan briefing setiap pagi dan evaluasi pada sore hari. UPTD juga didorong mengembangkan inovasi pelayanan, termasuk layanan jemput antar berbasis QRIS Samsat yang memungkinkan wajib pajak mengirimkan foto STNK melalui WhatsApp, melakukan pembayaran secara digital, kemudian menerima kembali notice pajak.

Optimalisasi penerimaan juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, aparat penegak hukum, serta pemerintah desa dan kelurahan. Pemerintah kabupaten didorong turut mendukung penertiban dan penagihan karena terdapat komponen opsen yang menjadi hak kabupaten.

Dengan penguatan koordinasi, inovasi pelayanan, dan strategi kerja yang adaptif, optimalisasi penerimaan pajak diharapkan dapat mendukung kapasitas fiskal daerah, pemulihan pascabencana, pelayanan publik, dan pembangunan Nusa Tenggara Timur.