Kupang – Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Sales Sodo, membuka Workshop Input Data PADDE SASANDO 2.0 pada Kamis (22/10/2026) di Hotel Harper Kota Kupang. Dalam sambutannya, Sekda menegaskan pentingnya transformasi tata kelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan teknologi informasi demi mewujudkan pemerintahan yang profesional, transparan, akuntabel, terintegrasi, dan berbasis data. Kegiatan yang didukung program SKALA ini diikuti perwakilan 26 perangkat daerah lingkup Pemprov NTT. Selain Sekda, narasumber berasal dari Pusat Data dan Informasi Kemendagri RI, Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah serta perwakilan Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT.

Workshop ini digelar karena pengelolaan informasi PAD masih menghadapi tantangan, antara lain data yang tersebar di berbagai perangkat daerah, penyampaian yang belum seragam dan tepat waktu, serta rekonsiliasi dan analisis yang masih manual. Aplikasi PADDE SASANDO 2.0 ini hadir sebagai sistem informasi yang mengintegrasikan proses mulai dari pencatatan oleh Bendahara Penerimaan, verifikasi PPK-SKPD, pemantauan, rekonsiliasi, analisis, hingga pengawasan berbasis risiko. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Training of Trainers pada 5 Oktober 2026.

Dengan pendekatan partisipatif dan berorientasi hasil, demonstrasi aplikasi, hingga praktik input data berdasarkan tujuh prinsip, yakni completeness, accuracy, consistency, validity, timeliness, traceability, dan security, lalu ditutup dengan evaluasi dan rencana tindak lanjut. Melalui workshop ini, aparatur diharapkan mampu menginput, memverifikasi, merekonsiliasi, dan memanfaatkan data PAD secara akurat, konsisten, terpadu, dan aman, Pemprov NTT juga akan membangun mekanisme helpdesk agar implementasi sistem berkelanjutan di seluruh perangkat daerah.
Ukuran teks
Pendapatan Daerah
Sekda NTT Buka Workshop Input Data PADDE SASANDO 2.0, Dorong Tata Kelola PAD Berbasis Data
Galeri Foto